KAMI TIDAK SEKADAR MENDAKI, KAMI MENINGGIKAN NEGERI Alumni Gontor Angkatan 2003 Kibarkan Merah Putih di Puncak Gunung Karang
BANTEN, 26 JULI 2026 – Ketika kaki‑kaki itu melangkah menyusuri jalur terjal Gunung Karang, ada beban mulia yang dipikul di pundak. Bukan sekadar perlengkapan pendakian, melainkan sehelai Sang Saka Merah Putih yang sarat makna; simbol cinta tanah air yang tak pernah pudar, dibawa oleh Alumni Gontor Angkatan 2003.
Bagi mereka, mendaki gunung bukanlah tentang menaklukkan ketinggian semata, melainkan upaya memuliakan apa yang seharusnya senantiasa ditinggikan: negeri ini beserta seluruh cita‑citanya.
Di puncak tertinggi itu, Merah Putih dikibarkan dengan khidmat dan penuh penghayatan. Berkibar bersama doa‑doa yang dipanjatkan dari ketinggian, mengingatkan kita semua: Indonesia tidak dibangun hanya oleh mereka yang pandai berbicara soal cinta tanah air, melainkan oleh mereka yang memilih menghadirkan rasa itu dalam karya nyata, pengabdian tulus, dan keteladanan hidup.
Pengibaran bendera ini menjadi pesan bahwa kecintaan kepada bangsa adalah perjalanan yang terus didaki—melewati rasa lelah, mengalahkan ego pribadi, dan menjulang di atas kepentingan diri sendiri. Sebab, negeri yang besar hanya akan lahir dari putra‑putrinya yang tak pernah lelah meninggikan martabatnya.
Alumni Gontor Angkatan 2003 meyakini: Merah Putih tidak hanya layak berkibar di tiang‑tiang upacara, melainkan harus terus berkibar di dalam hati setiap anak bangsa. Dari puncak Gunung Karang, mereka serukan pesan sederhana namun penuh makna:
“Kami tidak sekadar mendaki. Kami sedang meninggikan negeri.”
Karena Indonesia akan selalu layak untuk dicintai, diperjuangkan, dan ditinggikan—setinggi doa yang dipanjatkan dari puncak‑puncak pengabdian.
Red:NV
Post a Comment