Aliansi serikat pekerja serikat buruh kabupaten serang beraudensi ke DPRD provinsi Banten menyampaikan berbagai isu publik yang berkembang
LATAR BELAKANG PERMASALAHAN
Seiring dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan pertumbuhan kendaraan bermotor di Provinsi Banten, kualitas infrastruktur jalan menjadi salah satu aspek penting dalam menjamin keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. Namun, hingga saat ini terdapat beberapa permasalahan yang berulang dan berdampak langsung terhadap keselamatan publik, antara lain:
Kerusakan Jalan Nasional di Wilayah Banten:
Jalan nasional yang rusak menyebabkan gangguan arus lalu lintas, peningkatan biaya operasional kendaraan, serta meningkatkan risiko kecelakaan.
Penerangan Jalan Umum (PJU) yang Tidak Optimal:
Banyak ruas jalan terutama di jalur utama dan titik perlintasan desa yang minim penerangan, menjadikan malam hari lebih rawan kecelakaan.
Pengaktifan Lampu Lalu Lintas pada Titik Rawan:
Sejumlah persimpangan dan area rawan kecelakaan belum dilengkapi atau belum diaktifkan lampu lalu lintas sesuai kebutuhan, berdampak pada ketidak-teraturan lalu lintas dan kecelakaan.
II. DATA KECELAKAAN DI PROVINSI BANTEN
Sebagai dasar urgensi pembahasan, berikut adalah beberapa data kecelakaan lalu lintas di wilayah Banten yang bersumber dari laporan dinas kepolisian dan lembaga statistik lokal:
Statistik Kecelakaan Lalu Lintas (Polda Banten):
Sepanjang tahun 2024, terjadi sekitar 1.936 kejadian kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polda Banten. Dari jumlah tersebut, terdapat 650 orang korban meninggal dunia akibat kecelakaan.
Polda Banten mencatat bahwa kejadian kecelakaan paling banyak terjadi di jalan arteri dan jalan nasional sebanyak sekitar 785 kejadian dalam periode yang sama.
Data Historis (Tahun 2018–2022):
Berdasarkan statistik Perhubungan Dalam Angka Provinsi Banten, jumlah kecelakaan di wilayah Banten terus fluktuatif dalam lima tahun terakhir, yakni:
2018: 1.447 kejadian
2019: 1.484 kejadian
2020: 1.264 kejadian
2021: 1.324 kejadian
2022: 1.508 kejadian
Total korban kecelakaan selama periode ini mencapai ribuan jiwa dengan ratusan korban meninggal dunia setiap tahunnya.
Catatan: Data di atas mencakup seluruh tipe jalan (arteri, desa, tol) dan bukan hanya jalan nasional. Namun, kontribusi kecelakaan pada ruas jalan nasional merupakan bagian signifikan dari angka keseluruhan.
III. FAKTOR PENYEBAB DAN KONDISI DI LAPANGAN
Beberapa faktor yang berkontribusi terhadap tingginya potensi kecelakaan dan dampak buruk yang dirasakan masyarakat antara lain:
Kondisi jalan yang rusak, bergelombang atau tidak rata, khususnya di ruas jalan nasional strategis.
Minimnya penerangan jalan umum (PJU) di jalur lintas utama dan kawasan permukiman.
Belum optimalnya pengaturan lampu lalu lintas pada titik–titik perlintasan rawan kecelakaan.
Tingginya mobilitas pelajar dan pengguna sepeda motor usia produktif (15–19 tahun) yang menjadi salah satu kelompok korban dominan.
IV. PERMOHONAN DAN HARAPAN AUDIENSI
Sehubungan dengan permasalahan di atas, melalui audiensi ini kami menyampaikan beberapa permohonan kebijakan dan tindakan nyata kepada DPRD Provinsi Banten:
Pemetaan ulang Jalan Nasional yang membutuhkan perbaikan segera, dengan prioritas berdasarkan tingkat kerusakan dan risiko kecelakaan.
Percepatan perbaikan serta pemeliharaan rutin jalan nasional bekerja sama dengan instansi terkait (Balai Jalan Nasional, Kementerian PUPR, dan Pemprov Banten).
Peningkatan jaringan Penerangan Jalan Umum (PJU) pada titik–titik jalur rawan kecelakaan, terutama di jam malam dan daerah permukiman padat pengguna jalan ungkap salah satu kordinator aliansi serikat pekerja serikat buruh kabupaten serang Asep Saifullah.
Pengaktifan dan penambahan lampu lalu lintas di persimpangan strategis yang selama ini belum memiliki atau belum berfungsi efektif.
Koordinasi lintas instansi antara DPRD Provinsi, Polda Banten, Dinas Perhubungan, dan Balai Jalan untuk pengawasan berkala terhadap kondisi jalan dan perangkat keselamatan lalu lintas.
V. PENUTUP
Audiensi ini kami sampaikan dengan itikad kuat untuk meningkatkan keselamatan pengguna jalan, menekan angka kecelakaan, serta mewujudkan kondisi infrastruktur yang aman, nyaman, dan layak di Provinsi Banten. Kami berharap pihak DPRD Provinsi Banten.
Harapan dari semua melalui audensi yang disambut langsung Ketua dewan provinsi Banten bapak Fahmi dari fraksi partai Golkar yang di sampaikan Aliansi serikat pekerja serikat buruh untuk semua instansi terkait untuk agar lebih cepat melakukan hal tindakan yang menyangkut kerusakan fasilitas umum, karena kenapa hal tersebut disampaikan melalui wakil rakyat sebab bahwa wakil kami juga punya hak imunitas untuk melakukan monitoring dan pengawasan pasilitas publik demi untuk keselamatan semua masyarakat yang melakukan aktivitas kegiatan bisa terjamin keselamatannya dalam berkendaraan.
Red:ASPSBS

Post a Comment