DPW IWO INDONESIA PROVINSI BANTEN: APRESIASI CAPAIAN, KAWAL PROGRAM PRIORITAS, DAN DORONG PEMBANGUNAN KELUARGA BERKELANJUTAN
BANTEN —Topik1- Memasuki dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Kemendukbangga/BKKBN memegang peran strategis dalam mendukung penguatan sumber daya manusia (SDM) sebagai bagian dari agenda pembangunan nasional dalam Asta Cita. Transformasi kelembagaan dan pelaksanaan program prioritas pembangunan keluarga menjadi momentum untuk memperkuat kualitas keluarga, mempercepat penurunan stunting, serta mempersiapkan generasi Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing. Capaian yang telah diwujudkan perlu mendapat apresiasi, sekaligus dievaluasi secara objektif agar manfaat pembangunan semakin luas dan berkelanjutan.
Berbagai program prioritas, seperti Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (GENTING), Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI), dan program penguatan pembangunan keluarga lainnya, mencerminkan pendekatan pembangunan SDM yang dimulai dari lingkungan keluarga. Melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, program-program tersebut diarahkan untuk memperkuat pengasuhan anak, meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan stunting, serta membangun ketahanan keluarga. Keberhasilan pelaksanaannya perlu ditinjau berdasarkan capaian terverifikasi, jangkauan penerima manfaat, dan perubahan positif yang dirasakan masyarakat.
Ketua DPW Ikatan Wartawan Online Indonesia (IWO Indonesia) Provinsi Banten, MEVI AMIRULLAH, memandang penguatan SDM melalui pembangunan keluarga sebagai investasi jangka panjang bagi masa depan bangsa. Menurutnya, program yang menunjukkan hasil positif patut diapresiasi dan diperkuat, sedangkan evaluasi harus terus dilakukan untuk memastikan ketepatan sasaran, efektivitas pelaksanaan, dan keberlanjutan manfaat. Dalam konteks ini, keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui jumlah kegiatan atau luasnya jangkauan program, tetapi juga melalui peningkatan kualitas hidup keluarga dan kesiapan generasi muda menghadapi tantangan masa depan.
Di Provinsi Banten, penguatan program pembangunan keluarga membutuhkan sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, kader pendamping, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan keluarga penerima manfaat. Percepatan penurunan stunting, edukasi pengasuhan, peningkatan kualitas remaja, serta penguatan ketahanan keluarga harus disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di setiap kabupaten dan kota. Sementara itu, program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang merupakan program berbeda, juga perlu dikawal secara proporsional melalui koordinasi lintas sektor, pengawasan kualitas pelaksanaan, serta evaluasi manfaat bagi kelompok sasaran.
DPW IWO Indonesia Provinsi Banten menegaskan bahwa apresiasi terhadap capaian Kemendukbangga/BKKBN harus berjalan beriringan dengan transparansi, akuntabilitas, dan evaluasi berbasis hasil. Keterbukaan data, penyampaian informasi yang dapat dipertanggungjawabkan, serta pelibatan masyarakat menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan publik. Pers juga memiliki tanggung jawab untuk menyampaikan capaian program secara berimbang, memberikan ruang klarifikasi, dan mengawal kebijakan pembangunan agar tetap berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Pada akhirnya, pembangunan SDM dalam Asta Cita tidak hanya berbicara tentang program pemerintah, tetapi juga tentang masa depan anak-anak, kualitas pengasuhan, kesejahteraan keluarga, dan daya saing generasi penerus bangsa. DPW IWO Indonesia Provinsi Banten di bawah kepemimpinan Mevi Amirullah mendorong agar setiap capaian yang telah terbukti terus diperkuat, setiap tantangan ditangani melalui perbaikan nyata, dan setiap program memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. Sebab, ukuran keberhasilan pembangunan bukan semata-mata seberapa luas program dijalankan, melainkan seberapa besar kontribusinya terhadap terwujudnya keluarga berkualitas dan Indonesia yang lebih maju.
Red.
Post a Comment