Ka Rutan Manna Tinjau Langsung SAE, Pastikan Pembangunan Fokus Perkebunan dan Peternakan Dukung Program Aksi Ketahanan Pangan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan
Manna - Guna memastikan progres pembangunan Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE), Kepala Rumah Tahanan Negara Kelas IIB Manna, Hannibal, S.Sos., M.Si., didampingi Kasubsi Pengelolaan, Hastomo Arbi, S.E., beserta Staf Rutan Manna melaksanakan peninjauan langsung, Selasa (12/05/2026).
Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut bertujuan untuk memastikan proses perawatan dan pembangunan SAE berjalan sesuai rencana kerja dan standar yang ditetapkan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan. Pembangunan area SAE ini nantinya difokuskan untuk perkebunan dan peternakan guna mendukung program ketahanan pangan dalam 15 aksi strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Dalam peninjauan, Ka Rutan Manna meninjau beberapa titik strategis meliputi lahan untuk perkebunan dan pertanian, area peternakan, serta fasilitas penunjang edukasi bagi warga binaan pemasyarakatan. Pada sektor pertanian, saat ini tengah dilakukan proses penggemburan tanah menggunakan jonder yang merupakan pinjam-pakai dari Dinas Pertanian guna mengoptimalkan lahan produktif untuk perkebunan.
Adapun langkah-langkah yang dilaksanakan yaitu melakukan kontrol langsung terhadap kondisi fisik bangunan dan fasilitas SAE yang sedang dalam tahap pembangunan, memeriksa perkembangan perawatan tanaman perkebunan dan pertanian, ternak, dan budidaya ikan yang dikelola oleh warga binaan pemasyarakatan, serta berdialog dengan petugas pengelola dan WBP yang bertugas di SAE untuk menyerap kendala serta masukan di lapangan.
“SAE ini merupakan program prioritas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan untuk mendukung pembinaan kemandirian sekaligus implementasi 15 aksi strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Pembangunan SAE Rutan Manna akan kita fokuskan pada perkebunan dan peternakan. Ini bukan sekadar kebun atau kandang, tapi sarana asimilasi dan edukasi nyata serta wujud dukungan Rutan Manna terhadap program ketahanan pangan nasional,” tegas Hannibal.
Ka Rutan Manna juga memberikan arahan kepada jajaran terkait optimalisasi pemanfaatan SAE sebagai wadah pembinaan kemandirian dan edukasi WBP. “Pastikan perawatan rutin, catat perkembangannya, dan libatkan WBP secara produktif. Target kita jelas: WBP punya skill di bidang perkebunan dan peternakan saat bebas nanti dan kita ikut berkontribusi untuk ketahanan pangan,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, terpantau langsung progres pembangunan dan perawatan SAE oleh Kepala Rutan. Teridentifikasi pula kebutuhan sarana prasarana penunjang SAE, khususnya lahan perkebunan dan area peternakan untuk program ketahanan pangan, yang perlu dioptimalkan. Proses penggemburan tanah dengan jonder pinjam-pakai dari Dinas Pertanian menjadi salah satu upaya konkret percepatan pengolahan lahan perkebunan SAE.
Peninjauan langsung pimpinan ini berhasil meningkatkan motivasi petugas pengelola dan warga binaan yang bertugas di SAE. Komitmen bersama pun tercipta untuk menjadikan SAE sebagai sentra pembinaan kemandirian yang produktif, berkelanjutan, dengan fokus pada sektor perkebunan dan peternakan dalam mendukung program ketahanan pangan 15 aksi strategis Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan.
Kegiatan berjalan dengan tertib, aman dan lancar.
Red:Humas
Post a Comment