Kunjungi Sekolah Rakyat di Tangsel, Wamendukbangga Tekankan Pentingnya Kesehatan Mental Anak
TANGERANG SELATAN —Topik1.com- Persiapan membangun keluarga berkualitas tidak cukup hanya berbicara tentang kesehatan reproduksi dan perencanaan keluarga. Kesiapan mental, kemampuan mengelola emosi, serta lingkungan sosial yang sehat sejak usia dini juga menjadi fondasi penting yang perlu dibangun sejak anak-anak.
Pesan tersebut mengemuka dalam kunjungan Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Wamendukbangga) Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka ke Sekolah Rakyat Serpong Utara, Kota Tangerang Selatan, Kamis (17/9/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian World Contraception Day (WCD) 2026 di Provinsi Banten, yang tahun ini tidak hanya mengangkat aspek kontrasepsi, tetapi juga memperluas perhatian pada kesehatan reproduksi, perencanaan kehidupan berkeluarga, kesiapan memasuki perkawinan, hingga kesehatan mental anak dan remaja.
Salah satu agenda yang mendapat perhatian adalah kegiatan “Sehat Jiwaku, Ceria Sekolahku” yang secara khusus ditujukan bagi peserta didik Sekolah Rakyat.
Program tersebut dirancang sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif untuk memperkuat pemahaman anak mengenai kesehatan mental sejak usia sekolah. Pendekatan yang digunakan dibuat lebih dekat dengan dunia anak, sehingga materi tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi dikemas melalui aktivitas yang interaktif dan mudah dipahami.
Anak-anak diajak mengenali berbagai perasaan dan emosi yang mereka alami, memahami cara mengelolanya, menghadapi tekanan, membangun pertemanan yang sehat, serta mengenali sosok orang dewasa yang dapat dipercaya ketika mereka membutuhkan tempat bercerita maupun bantuan.
Metode “Belajar–Bermain–Bercerita–Berefleksi” menjadi pendekatan utama dalam kegiatan tersebut. Peserta mengikuti berbagai aktivitas mulai dari ice breaking, permainan edukatif tentang kesehatan mental, pengenalan emosi, hingga praktik sederhana yang membantu anak memahami dan merefleksikan kondisi dirinya.
Materi kemudian disesuaikan dengan karakteristik peserta didik pada jenjang SD dan SMP agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara tepat sesuai perkembangan usia mereka.
Kesehatan Mental Jadi Fondasi Keluarga Berkualitas
Kesehatan mental bukan sekadar persoalan ketika seseorang menghadapi masalah. Bagi anak dan remaja, kemampuan mengenali emosi, mengelola tekanan, membangun relasi sosial yang sehat, mengambil keputusan, serta mengetahui kapan harus meminta pertolongan merupakan bagian penting dalam proses tumbuh kembang.
Pemahaman tersebut juga memiliki kaitan dengan kesiapan seseorang menjalani kehidupan di masa depan, termasuk ketika memasuki kehidupan berkeluarga.
Karena itu, pembangunan keluarga berkualitas idealnya tidak dimulai ketika seseorang telah menikah. Fondasinya justru perlu dipersiapkan sejak masa kanak-kanak dan remaja melalui pendidikan, lingkungan keluarga yang sehat, relasi sosial yang positif, serta literasi mengenai kesehatan mental dan kesehatan reproduksi.
Dalam konteks itulah, rangkaian WCD 2026 di Provinsi Banten mengambil perspektif yang lebih luas. Edukasi mengenai kontrasepsi ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat mengenai perencanaan kehidupan berkeluarga secara bertanggung jawab.
Pelayanan KB Serentak Perluas Akses Masyarakat
Selain edukasi bagi anak dan remaja, rangkaian WCD 2026 di Banten juga diisi dengan Pelayanan KB Serentak bagi pasangan usia subur (PUS).
Sasaran pelayanan antara lain peserta KB baru, peserta baru metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), serta ibu pascapersalinan.
Pelayanan tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan kontrasepsi sekaligus meningkatkan partisipasi keluarga dalam perencanaan kehamilan dan kelahiran.
Sejumlah metode kontrasepsi tersedia dalam pelayanan tersebut, antara lain pil, kondom, suntik, alat kontrasepsi dalam rahim (IUD), implan, metode operasi wanita (MOW), dan metode operasi pria (MOP).
Pelayanan dilaksanakan di fasilitas kesehatan yang terdaftar di wilayah Provinsi Banten selama periode 7 September hingga 7 Oktober 2026.
Rangkaian kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa agenda kependudukan dan pembangunan keluarga memiliki dimensi yang luas. Di satu sisi, masyarakat membutuhkan akses terhadap pelayanan kesehatan reproduksi dan kontrasepsi. Di sisi lain, generasi muda juga membutuhkan bekal pengetahuan dan keterampilan untuk memahami dirinya, mengelola emosi, membangun hubungan yang sehat, serta mempersiapkan kehidupan masa depan.
Dengan demikian, pembangunan keluarga berkualitas bukan semata-mata agenda ketika seseorang memasuki jenjang perkawinan. Ia merupakan proses panjang yang perlu dipersiapkan sejak dini.
Kesehatan reproduksi, kesehatan mental, pengelolaan emosi, kemampuan membangun relasi yang sehat, serta kesiapan menghadapi kehidupan berkeluarga merupakan mata rantai yang saling berkaitan.
Melalui pendekatan tersebut, WCD 2026 di Provinsi Banten tidak sekadar menjadi momentum kampanye kontrasepsi, tetapi juga ruang untuk memperkuat kesadaran bahwa keluarga berkualitas dibangun melalui kesiapan manusia sejak jauh sebelum kehidupan berkeluarga dimulai.
Red
Post a Comment