Audiensi Banten Inovatif Expo 2026 ke Dinas Pariwisata Banten, Bahas Teknis Penyelenggaraan dan Penguatan Ekonomi Kreatif
TANGERANG, BANTEN — Topik1.com-Banten Inovatif Expo (BIE) 2026 terus mematangkan langkah strategis menuju penyelenggaraan event yang diharapkan menjadi etalase inovasi, pariwisata, ekonomi kreatif, serta produk unggulan Banten. Salah satu langkah tersebut dilakukan melalui audiensi dengan jajaran Dinas Pariwisata Provinsi Banten, Senin (24/8/2026).
Audiensi yang berlangsung di ruang rapat Dinas Pariwisata Banten itu membahas sejumlah aspek teknis penyelenggaraan sekaligus membuka ruang kolaborasi antara penyelenggara, pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas, dan pemangku kepentingan lainnya. BIE 2026 dinilai memiliki potensi strategis untuk memperkuat promosi destinasi wisata sekaligus memperluas akses pemasaran produk unggulan Banten.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Umum Banten Inovatif Expo, Zamroni, Ketua Litbang Banten Inovatif Expo Ramliyana Bangsa, Sekretaris Banten Inovatif Expo Totok Setiyo Pranoto, Kepala Dinas Pariwisata Banten Dr. Eli Susiyanti, Sekretaris Dinas Pariwisata, Kepala Bidang Pariwisata, serta sejumlah awak media.
Dalam audiensi, Banten Inovatif Expo menegaskan komitmennya untuk tidak sekadar menghadirkan sebuah kegiatan seremonial. BIE 2026 diarahkan menjadi ruang temu strategis yang mempertemukan potensi pariwisata, kreativitas, inovasi, dunia usaha, UMKM, ekonomi kreatif, hingga peluang pengembangan pasar produk Banten ke tingkat nasional dan internasional.
Ketua Umum Banten Inovatif Expo 2026, Zamroni, mengatakan penyelenggaraan BIE 2026 merupakan bentuk kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan daerah melalui pendekatan inovasi yang memiliki dampak lintas sektor.
«“Penyelenggaraan Banten Inovatif Expo 2026 merupakan komitmen dan penerjemahan kami dalam ikut serta membangun Banten. Kami mengemasnya dalam sebuah inovasi yang diharapkan memberikan dampak positif secara multisektoral. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Banten atas dukungan yang diberikan,” ujar Zamroni.»
Menurutnya, momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk membangun ekosistem yang mampu mempertemukan pemerintah dengan pelaku usaha, kreator, komunitas, UMKM, serta berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap kemajuan ekonomi Banten.
Sementara itu, dukungan Pemerintah Provinsi Banten melalui Dinas Pariwisata menjadi sinyal positif bagi penyelenggaraan BIE 2026. Dinas Pariwisata menyatakan siap mendukung, mengawal, serta mengoordinasikan kebutuhan kegiatan dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan instansi terkait. Dukungan tersebut dilakukan dengan tetap memperhatikan kondisi fiskal daerah yang saat ini menghadapi keterbatasan anggaran.
BIE 2026 diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen promosi daerah yang tidak berhenti pada pengenalan destinasi wisata. Lebih jauh, kegiatan tersebut diharapkan membuka peluang transaksi, kemitraan, investasi, pengembangan UMKM, serta memperluas jejaring pemasaran produk-produk unggulan Banten.
Di tengah tantangan ekonomi dan persaingan antardaerah yang semakin ketat, kolaborasi antara pemerintah dan berbagai elemen masyarakat menjadi faktor penting. Pemerintah memiliki fungsi fasilitasi dan regulasi, sementara dunia usaha, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, dan penyelenggara event dapat menghadirkan inovasi serta membuka akses pasar.
Semangat yang mengemuka dalam audiensi tersebut sederhana namun strategis: kolaborasi harus menghasilkan dampak nyata. Dengan menyatukan kekuatan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, inovasi, dan peluang ekspor, Banten diharapkan tidak hanya semakin dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu meningkatkan daya saingnya di pasar global.
Banten Inovatif Expo 2026 pun diharapkan menjadi momentum untuk membuktikan bahwa sebuah event daerah dapat dirancang bukan sekadar sebagai tontonan, melainkan sebagai platform pertumbuhan ekonomi, promosi potensi daerah, perluasan jejaring usaha, dan penguatan citra Banten sebagai provinsi yang inovatif, produktif, serta berdaya saing.
Red
Post a Comment